22 December 2017
Pedagang kaki lima (PKL) di Tanah Abang, Jakarta Pusat, merasa lebih tenang dengan penataan yang saat ini dilakukan Pemprov DKI Jakarta.
Syahrul, PKL yang menempati tenda di depan Stasiun Tanah Abang, mengatakan dengan penataan yang sekarang dirinya tak perlu lagi kucing-kuncingan dengan petugas Satpol PP. Syahrul telah berjualan di atas trotoar, tepat di depan Stasiun Tanah Abang, selama dua tahun. Selama itu pula Syahrul merasa tak tenang.
"Lebih baik di sinilah, lebih tenang. Kalau dulu di trotoar, kejar-kejaran sama Satpol PP. Enggak tenang pokoknya," kata Syahrul kepada Kompas.com, Jumat (22/12/2017).
Meski bersyukur lapak berjualan diberikan secara gratis, Syahrul memperkirakan selama satu hingga dua bulan dagangannya tak akan selaku biasanya. Soalnya, dia sudah memiliki langganan tetap tetapi karena penataan akhirnya pelangganya sulit ditemui dan masih mencari-mencari.
Namun Syahrul bersyukur maish bisa mencari nafkah dengan penataan yang dilakukan Pemprov DKI.
"Yah pasti berkuranglah beberapa bulan ini. Tahun Baru juga kayaknya kurang. Tapi enggak apa-apalah asal enggak ada kucing-kucingan lagi. Mudah-mudah sih penataanya berkelanjutan," ujar Syahrul.
PKL lainnya Anwar menyampaikan hal serupa. Anwar yang sebelumnya berjualan di trotoar dan kerap menghadapi Satpol PP, kini lebih tenang berjualan. Dulu, Anwar harus pasang mata serta pintar-pintar jika ada petugas Satpol PP merazia.