Popular Post

Popular Posts

22 January 2018


Masih lekat di ingatan, cerita seorang bocah berusia 6 tahun di Desa Sungai Lisai, Kabupaten Lebong, Bengkulu, meninggal dunia di perjalanan menuju rumah sakit pada tahun 2009.

Dia harus dilarikan ke Kota Muara Aman, ibukota Kabupaten Lebong, karena di tidak ada fasilitas kesehatan di daerah itu.

Meninggalnya bocah 6 tahun tersebut tak mendapat perhatian dari siapa pun karena jauhnya letak Desa Sungai Lisai dari Kota Muara Aman. Sekitar 40 kilometer.

Akses keduanya pun hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki menembus rapatnya hutan Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS).

Kepala Desa Sungai Lisai Hajron Hadi menyebutkan, tidak adanya fasilitas kesehatan dan bidan mengakibatkan mereka harus menandu warga yang sakit menuju kota dengan menempuh jalan setapak selama 4 jam.

"Kalau mau dihitung hampir setiap bulan ada saja warga sakit keras yang harus digotong dengan tandu dibawa ke kota," ujar Hajron, Minggu (21/1/2018).

Dia mengatakan, pemerintah pernah menugaskan bidan desa namun karena daerah terpencil tidak ada bidan desa yang betah.

"Banyak bidan desa yang pindah karena tidak kerasan akhirnya warga pasrah saja bergantung pada obat alam dan siap-siap menandu ke kota jika ada warga sakit keras," tutur Hajron.

Tidak ada akses jalan dari desa menuju kota. Jalan yang dipakai saat ini hanya jalan setapak becek dan sempit di tengah rimba.

Menurut Hajron, pemerintah desa dan kabupaten tidak berani membuat jalan untuk warga karena kawasan tersebut wilayah TNKS yang merupakan juga situs warisan dunia milik UNESCO.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © 2013 SENIDOMINOQQ - Devil Survivor 2 - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -